Kamis, 10 September 2009

Anggaran Minim, Persitara Batasi Pemain Asing


Persitara Jakarta Utara hanya akan mendatangkan empat pemain impor saja. Langkah ini ditempuh untuk menghemat pengeluaran musim ini.

Tiap tim yang tampil di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 diperbolehkan memiliki lima pemain asing. Namun Persitara rencananya hanya mendatangkan empat pemain saja.

Menurut Manajer Persitara, Harry Gendhar Ruswanto, pihaknya masih sulit mencari tambahan dana untuk tampil di LSI 2009/2010. Satu-satunya sumber dana yang sudah pasti baru dari APBD DKI Jakarta.

"Jumlahnya tentu saja tidak mencukupi untuk menjalani LSI 2009/2010. Kalau cari, kami paling dapat Rp 12 Miliar. Itu juga bisa kurang," kata Gendhar saat dihubungi VIVAnews, Kamis, 10 September 2009.

"Dana sebesar itu tentu tak cukup. Untuk membeli pemain saja sudah lebih dari setengahnya. Sampai saat ini kami sangat kesulitan untuk mendapat tambahan dana," tambah Gendhar.

Di DKI Jakarta, Persitara memang tergolong anak tiri. Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI lebih memperhatikan saudara tuanya Persija Jakarta.

Celakanya, dukungan penguasa wilayah, yakni Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono terhadap Laskar Si Pitung juga minim. "Kalau ada dukungan penguasa wilayah, kami pasti mudah mencari tambahan dana," kata Gendhar.

Persitara sementara sudah merekrut 19 pemain lokal. Mereka berasal dari pemain lama, U-21, dan beberapa pemain baru. Untuk pemain lokal, Persitara masih mencari dua pemain lagi, yakni untuk posisi kiper dan stoper.

Mengenai pemain asing, Persitara sudah punya beberapa kandidat. Namun menurut Gendhar, keputusannya masih menunggu penyelesaian sengketa pemain asingnya John Tarkpor selesai.

"Kami masih menunggu John Tarpkor. Dia mau datang 11 September ini. Kalau dia jadi bergabung dengan kita, kami pakai rencana A. Tapi kalau tidak, kami pakai rencana yang satu lagi," tandas Gendhar.

Tarkpor saat ini sudah bergabung dengan Persebaya Surabaya. Namun sebelumnya, gelandang lincah itu diklaim telah menerima uang muka kontrak dari Persitara. Kedatanga [irvan beka/marco tampubolon/vivanews]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar