
VIVAnews - Kepindahan Talaohu Abdul Mushafry ke Persija Jakarta menuai masalah. Namun, striker timnas senior itu tidak panik karena merasa telah melalui prosedur yang benar.
Mushafry akhirnya resmi merapat ke Persija. Pemain asal Ternate itu dikontrak selama setahun oleh Macan Kemayoran sejak 8 September 2009 lalu.
Namun, kepindahan Mushafry ke Jakarta tidak berlangsung mulus. Pasalnya, klub lamanya Persiba Balikpapan tidak terima dengan sikap Mushafry yang dituding tidak menghargai proses negosiasi.
"Saya sebenarnya tidak ingin berbicara banyak mengenai masalah ini. Sebab, seluruhnya telah saya serahkan kepada manajemen Persija," kata Mushafry.
Persiba melaporkan Mushafry ke PT Liga Indonesia, Senin 14 September 2009. Mereka meminta lembaga yang dulu bernama Badan Liga Indonesia itu untuk mempertemukan mereka dengan Mushafry.
Tak hanya itu, manajemen Persiba yang diwakili oleh penanggung jawab aspek administrasi, Zaenal Fuad mengancam tidak mengeluarkan surat pindah Mushafry.
"Proses yang saya lalui sebenarnya tidak ada masalah. Sebab, saya dan Persiba sebenarnya sudah tidak menemui kata sepakat," kata Mushafry.
"Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba Persiba mempermasalahkan kepindahan saya. Padahal, saya pindah saat kontrak saya dengan Persiba sudah berakhir," beber Mushafry.
Tidak Diam-Diam
Muhafry tidak membantah adanya pembicaraan dengan manajemen Persiba. Namun menurutnya, proses negosiasi itu tidak menemui kata sepakat.
Mushafry sendiri akhirnya memilih untuk mencari klub baru. "Untuk niat ini saya tidak diam-diam, tapi saya sudah memberitahukannye ke ketua umum (Syahril HM Taher)," kata mantan pemain PSS Sleman itu.
"Saya juga sudah berniat ke Balikpapan untuk menemui langsung ketua umum. Namun, ternyata beliau sedang berada di Singapura," kata Mushafry.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar