
Sejak dipanggil ke timnas, nama Talaohu Abdulmushafry semakin bersinar. Striker Persiba Balikpapan itu pun menjadi rebutan klub-klub yang akan bertanding di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.
Saat Mushafry bergabung dengan Persija Jakarta. Pemain asal Ternate itu dikontrak selama setahun dengan banderol Rp800 juta. Proses penandatangan kontrak digelar di kantor Balaikota,Jakarta, 8 September 2009.
Tak hanya Persija yang tertarik kepada Mushafry. Persipura Jayapura juga sebelumnya sempat menjalin kontak dengan mantan pemain PSS Sleman itu.
Ketua Harian Persipura, La Siya mengungkapkan hal ini kepada wartawan di kantor PT Liga, Kuningan, Jakarta, Senin, 14 September 2009. Menurutnya, kedua pihak bahkan telah sepakat dengan besarnya nilai kontrak.
"Kitasudah sepakat soal harga. Namun belakangan, Mushafry menolak untuk bergabung dengan Persipura dan dikabarkan akan bergabung dengan Persebaya," kata Ketua Harian Persipura, La Siya.
Nasib Persebaya juga tak jauh beda dengan Persipura. Green Force yang baru naik kasta dari Divisi Utama itu juga gagal mendatangkan Mushafry. Padahal, kedua pihak juga dikabarkan telah sepakat soal besarnya nilai kontrak.
Sikap Mushafry ini akhirnya mendapat kecaman dari mantan klubnya Persiba Balikpapan. Bahkan manajemen Beruang Madu telah resmi melayangkan surat kepada PT Liga Indonesia, Senin, 14 September 2009.
Manajemen Persiba bahkan mengancam tidak akan mengeluarkan surat pindah Mushafry samapi kedua belah pihak bertemu. [marco tampubolon/vivanews]
Saat Mushafry bergabung dengan Persija Jakarta. Pemain asal Ternate itu dikontrak selama setahun dengan banderol Rp800 juta. Proses penandatangan kontrak digelar di kantor Balaikota,Jakarta, 8 September 2009.
Tak hanya Persija yang tertarik kepada Mushafry. Persipura Jayapura juga sebelumnya sempat menjalin kontak dengan mantan pemain PSS Sleman itu.
Ketua Harian Persipura, La Siya mengungkapkan hal ini kepada wartawan di kantor PT Liga, Kuningan, Jakarta, Senin, 14 September 2009. Menurutnya, kedua pihak bahkan telah sepakat dengan besarnya nilai kontrak.
"Kitasudah sepakat soal harga. Namun belakangan, Mushafry menolak untuk bergabung dengan Persipura dan dikabarkan akan bergabung dengan Persebaya," kata Ketua Harian Persipura, La Siya.
Nasib Persebaya juga tak jauh beda dengan Persipura. Green Force yang baru naik kasta dari Divisi Utama itu juga gagal mendatangkan Mushafry. Padahal, kedua pihak juga dikabarkan telah sepakat soal besarnya nilai kontrak.
Sikap Mushafry ini akhirnya mendapat kecaman dari mantan klubnya Persiba Balikpapan. Bahkan manajemen Beruang Madu telah resmi melayangkan surat kepada PT Liga Indonesia, Senin, 14 September 2009.
Manajemen Persiba bahkan mengancam tidak akan mengeluarkan surat pindah Mushafry samapi kedua belah pihak bertemu. [marco tampubolon/vivanews]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar