Sabtu, 05 September 2009

Dua Opsi PSM Makassar Buat Pemain Asing


Sempat dikritik karena menghadirkan pemain yang tak sesuai harapan Pelatih Hanafing, Nelson Leon Sanchez membuat kejutan di Makassar. Agen pemain asal Chile itu, Jumat siang 4 September 2009, tiba-tiba muncul di Kota Daeng.

Sanchez tak sendiri. Ia membawa Osvaldo Moreno, bomber yang sempat jadi idola penggila bola di Makassar.

Ibarat kereta cepat, Sanchez langsung menemui Kadir Halid, Manajer PSM, sejam setelah tiba. Hasilnya, Osvaldo langsung ikut latihan bersama dengan Syamsul Haeruddin dan kawan-kawan di Lapangan Karebosi pada sore harinya.

"Saya punya komitmen membantu PSM meraih target. Soal harga tak masalah," ujar Sanchez yang sebelumnya mematok angka Rp 1 miliar buat Osvaldo yang juga diincar Arema Malang ini.

Kadir pun tak menampik soal peluang Osvaldo di PSM. Menurut Kadir, sejak awal pihaknya memang memplot duet Osvaldo-Christian Carrasco sebagai tombak PSM.

"Kelemahan PSM kan ada di sektor depan," ungkap Kadir kepada GOSport.

Meski begitu, Kadir mengaku belum berhenti memburu pemain. Ia malah membeberkan dua opsi strategi buat mendukung duet maut PSM ini. Pertama, ia mendatangkan gelandang serang non Asia di belakang keduanya.

Kadir akan memilih satu dari dua agen yang berbeda. Sanchez menawarkan Matheus, mantan playmaker Vitoria Setubal, klub Liga Super Portugal 2008/2009. Harga awalnya dipatok Rp 850 juta.

Pesaing, Matheus adalah Yao Junior Senaya, gelandang timnas Togo yang akan memperkuat negaranya melawan Maroko di kualifikasi Piala Dunia 2010. Siapa pun yang terpilih, artinya, PSM terpaksa memakai pemain Asia di lini belakang.

"Kami mengincar stopper asal Thailand karena harganya terjangkau. Beda kalau kami mengambil pemain dari Jepang, Korea atau China," papar Kadir.

Kalau pun belum dapat, PSM bisa saja memaksimalkan pemain lokal seperti Handi Hamzah, Fandi Edy dan Arifin yang secara fisik tak kalah dengan pemain asing.

Sanchez vs Onana

Opsi kedua, PSM mengontrak pemain asing di belakang untuk mengganti peran Edgar Miranda yang bermasalah di lututnya. Di lini ini, kembali Sanchez bersaing dengan Onana.

Sanchez mengusung Carlos Lugo (Paraguay), Carlos Ortis (Paraguay) dan Carlos Eduardo (Brasil). "Khusus buat Ortis, bisa dicek, ia terakhir kali memperkuat klubnya 2 de Mayo pada 28 Agustus 2008 di Liga Super Paraguay," kata Sanchez.

Sedang Onana mengusung Landry Poulangoye (Gabon) dan Nomo Teh Marco (Togo). Nama terakhir pernah memperkuat PSM dua musim lalu. "Saya jadi jaminan kualitas keduanya," tegas Onana.

Kalau opsi ini dipakai, artinya, PSM memakai pemain asia di tengah untuk mendukung kinerja Syamsul, sang kapten. Sanchez pun sudah menawarkan gelandang asal Korsel, Ryung Thae Phyo, 26 tahun.

"Ia punya pengalaman bermain di Liga Argentina dan Paraguay. Ia pas untuk menopang duet Osvaldo-Carrasco. Selain mengenal betul karakter pemain Amerika Latin dan tentu saja tak ada kendala bahasa," tandasnya.

Kadir sendiri mengaku tak terlalu buru-buru menentukan pilihan. "Kami masih punya waktu sebulan lebih. Kalau pemainnya memang bagus tentu hanya butuh waktu dua minggu untuk on dalam tim," tegasnya.

[edwan ruriansyah/vivanews]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar