Sabtu, 05 September 2009

PT LI Warning Empat Klub


Sebanyak empat klub Liga Super tersangkut kasus pemain asing. Problem bertambah rumit lantaran berkas masalah pemain impor Persema Malang, PSM Makassar, Persiba Balikpapan, serta Persisam Samarinda sudah sampai ke FIFA.

CEO PT Liga Indonesia (PTLI) Joko Driyono mengatakan, klub harus menyelesaikan sengketa pemain, baik yang berhubungan dengan FIFA juga Komisi Disiplin (Komdis).

“Mayoritas klub Liga Super memiliki tanggungan di Komdis, tapi hanya mereka yang berurusan dengan FIFA. Kalau urusan tersebut belum selesai juga, kuota sisa pemain asing di klub tersebut akan dibekukan,” ungkapnya kemarin.

Liga memang tidak merinci nama pemain dan jumlah nominal dana yang dipermasalahkan pemain. Joko menambahkan, pemain akan menerima imbas tidak bisa bermain di Liga Super seandainya denda tersebut belum juga dibayar.

“Kami tidak bisa sebutkan nama dan besar tanggungan klub. Kami sebenarnya tidak suka membicarakan berita buruk seperti itu. Tapi, kami ingin klub berlaku tertib administrasi. Kami akan tangguhkan pengesahan pemain,” katanya. Joko menambahkan, klub wajib menyelesaikan tanggungan tersebut sebelum deadline pengesahan pemain, Rabu (30/9).

Sementara itu, PSSI berpotensi menggunakan jasa konsultan bidding Piala Dunia 2022 dari Swiss. “Dalam waktu dekat kami akan ke Jerman untuk mengikuti seminar bidding. Setelah itu baru ke Swiss untuk negosiasi dengan perusahaan konsultan bidding. Kami tetap mencari konsultan yang bisa memberi saran dan akses luas,” papar Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes. [wahyu argia/sindo]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar