Selasa, 15 September 2009

PSM Makassar Bidik Kapten Timnas Singapura


Perburuan pemain asing oleh Manajemen PSM Makassar kini tinggal mengerucut ke sejumlah nama. Rencananya, Juku Eja sementara akan merekrut empat pemain dulu untuk melapis Syamsul Haeruddin dan kawan-kawan.

"Paling lambat sebelum libur lebaran, skuad definitif telah terbentuk. Karena setelah itu, kami lebih banyak melakukan uji coba untuk memantapkan persiapan tim," ujar Kadir Halid, Manajer PSM Makassar kepada GOSports, Senin 14 September 2009.

PSM sendiri baru resmi mengontrak Christian Carrasco (Chile). Artinya, tinggal dua kuota pemain non Asia plus satu Asia.

Saat ini ada dua pemain yang masih ikut seleksi yakni Mfundu Mathonsi (Afrika Selatan) dan Hendry Nyobi (Kamerun). Posisi keduanya belum aman karena manajemen dan Pelatih Hanafing masih menunggu kedatangan Claudio Pronetto (Argentina) dan Carlos Lugo (Paraguay) untuk melengkapi jatah tiga pemain non Asia.

Sedangkan untuk jatah pemain Asia, Manajemen PSM tertarik untuk mendatangkan Indra Sahdan Daud. Kapten timnas Singapura ini masih tercatat di klub Liga Singapura, Sengkang Punggol.

"Indra rencananya akan kita duetkan dengan Carrasco di depan," ujar Kadir.

Indra sendiri sangat tertarik bermain di PSM. Ia pun hanya mematok gaji bulanan 6.000 dolar AS selama 10 bulan. "Saya sudah banyak tahu soal PSM sebagai klub yang punya tradisi bagus di Indonesia," ujar Indra seperti diungkap agennya Oum Luc Junior.

Kalau tak ada kendala, paling lambat Rabu 16 September 2009 atau Kamis 17 September 2009, Indra sudah berada di Makassar. "Saya harus menyelesaikan dulu segala urusan dengan klub lama," ujar Indra.

Sengkang Punggol memang masih berlaga di Liga Singapura. Tapi, Indra punya opsi keluar karena gajinya selama empat bulan belum terbayar.

Pihak manejemen sendiri tetap memberlakukan prosedur standar buat Indra seperti tes medis. "Kalau soal status tak ada keraguan lagi. Apalagi, kondisinya masih terjaga karena tengah berkompetisi. Tapi, ia tetap harus melewati tes medis tim PSM," tegas Kadir. [edwan ruriansyah/vivanews]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar